Author Avatar

admin

0

Share post:

Prinsip – Prinsip Desain Interior

1.Unity and Harmony yaitu suatu ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan dimana semua elemen yang ada saling melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasislkan komposisi yang seimbang.

2.Keseimbangan (Balance) Sesuai dengan judulnya, Keseimbangan berarti tidak “berat” sebelah. Tidak terlalu condong ke sisi sebelah kanan atau kiri atau atas dsb. Aksen pun harus memiliki keseimbangan dengan lingkungan sekitarnya.

Style keseimbangan terbagi  3 yaitu: simetris, asimetris, dan radial Keseimbangan Simetris: Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen desain terbagi secara merata baik dari segi horizontal maupun vertikal. Gaya ini mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang mirip dari dua sisi yang berbeda. Kondisi pada keseimbangan simetris adalah gaya umum yang sering digunakan untuk mencapai suatu keseimbangan dalam desain. Meskipun mudah untuk diterapkan, keseimbangan simetris sulit untuk membangkitkan emosi dari pembaca visual karena terkesan “terlalu direncanakan”.

Kesimbangan simetris juga biasa disebut dengan keseimbangan formal. symmetrical room Keseimbangan Asimetris: Keseimbangan asimetris terjadi ketika berat visual dari elemen desain tidak merata di poros tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan.

Seringkali kita melihat sebuah desain dengan gambar yang begitu besar diimbangi dengan teks yang kecil namun terlihat seimbang karena permainan kontras, warna, dsb. Keseimbangan asimetris lebih mungkin untuk menggugah emosi pembaca visual karena ketegangan visual dan yang dihasilkannya. Ketegangan asimetris juga biasa disebut dengan keseimbangan informal. Keseimbangan Radial: Adalah ketika semua element desain tersusun dan berpusat di tengah. Misalnya: Tangga berbentuk spiral.

  1. Focal Point Focal Point adalah aksen yang menjadi daya tarik ruangan. Bisa satu atau lebih, Misalnya Focal Point pada ruangan adalah jendela besar yang ada di ruangan, sofa dan meja besar, ataupun aksesoris-aksesoris ruangan seperti partisi dan lukisan.
  2. Ritme Dalam desain interior, ritme adalah semua pola pengulangan tentang visual. Ritme didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan yang terorganisir. contoh ritme pada bookshelves
  3. Details Detail dapat mencakup segala bagiaan dari perancangan interior mulai dari pemilihan saklar, tata cahaya, letak pot bunga dsb. Detail biasanya tidak jelas tetapi mereka harus benar sehingga meningkatkan nuansa keseluruhan ruangan.
  4. Skala dan Proporsi
Baca Juga :  Manfaat Gunakan Besi Stainless 

Kedua prinsip desain yang berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan dengan ukuran dan bentuk. Kurang lebih sama dengan konsep keseimbangan dan aksen namun skala dan proporsi lebih terfokuskan kepada keseimbangan ukuran. Misalnya ukuran kursi tamu dan meja tamu yang seimbang.

  1. Warna

Warna merupakan prinsip yang harus di pegang kuat karena dengan warna kita dapat mengatur mood atau suasana suatu ruang.

Untuk jasa pembuatan meja kerja hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik Jasa Pembuatan Meja Kerja / Kantor Dengan Bentuk Dan Ukuran Yang Dapat Disesuaikan Dengan Kebutuhan Anda di Medan

Sejarah dari Design Interior
Macam-Macam Gaya Desain Interior

Leave a Comment