Author Avatar

admin

0

Share post:

“6 Hal Sebelum Menyewa Jasa Kontraktor Rumah di Medan

Info : Klik 6 Hal Sebelum Menyewa Jasa Kontraktor Rumah di Medan

6

Langkah Langkah Pokok Estimasi Biaya Konstruksi

Estimasi biaya konstruksi merupakan proses analisis perhitungan berdasarkan pada me-tode konstruksi, volume pekerjaan dan ke-tersediaan berbagai sumber daya, dimana keseluruhannya membentuk operasi pelak-sanaan optimal yang membutuhkan pembiayaan.

Estimasi keseluruhan biaya konstruksi biasanya meliputi analisis  perhitungan  terhadap  lima unsur utamanya, yaitu:

  1. Biaya material.

Analisis meliputi perhitungan seluruh kebu-tuhan volume dan biaya material yang digu-nakan untuk setiap komponen bangunan,-baik material pokok maupun penunjang.

  1. Biaya Tenaga kerja

Estimasi komponen tenaga kerja merupakan aspek paling sulit dari keseluruhan analisis biaya konstruksi. Banyak sekali faktor berpe-ngaruh yang harus diperhitungkan a.: kondisi tempat kerja,ketrampilan, lama waktu kerja, kepadatan penduduk, persaingan, produktivi-tas dan indeks biaya hidup setempat.

  1. Biaya Peralatan.

Estimasi biaya peralatan termasuk pembelian atau sewa, mobilisasi, memasang, membong-kar dan pengoperasian selama konstruksi ber-langsung. Karena  menyangkut   pembiayaan mahal, maka untuk memilih sesuatu peralatan harus dilihat kebutuhan sebenarnya berdasar-kan  kemampuannya, kapasitas, cara operasi dan spesifikasi teknis lainnya.

  1. Biaya Tidak Langsung

Biaya tidak langsung dibagi dua golongan yai-tu biaya umum (overhead) dan biaya proyek. Yang dikelompokkan sebagai biaya umum me-liputi: gaji personil tetap kantor pusat dan la-pangan, sewa kantor, telepon dll. Sedangkan yang dikelompokkan sebagai biaya proyek,-pengeluarannya dpt dibebankan pada proyek tetapi tdk dimasukkanpada biaya material, u-pah kerja atau peralatan.

  1. Keuntungan Perusahaan

Nilai keuntungan perusahaan pada umumnya dinyatakan sebagai persentase dari seluruh jumlah pembiayaan. Nilainya dapat berkisar antara 8 % – 12 %.

Jenis-Jenis Biaya

Biaya proyek konstruksi dapat dibagi sebagai berikut:

-Biaya langsung, meliputi:

  1. Bahan /Material
  2. Upah buruh
  3. Biaya peralatan
  • Biaya tak langsung, meliputi :
  1. Overhead
  2. Biaya tak terduga /contigencies
  3. keuntungan.

Biaya Langsung (Direct Cost)

Biaya langsung adalah biaya  yang  langsung-berhubungan dengan konstruksi/bangunan.

Biaya Tidak langsung (Indirect Cost)

Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak secara langsung berhubungan dengan kons-truksi, tetapi harus ada dan tidak dapat dile-paskan dari proyek tersebut.

Menghitung Volume/Kwantitas pekerjaan

 

Biaya langsung/direct cost didapat dengan me-ngalikan volume/kwantitas suatu pos peker-jaan dengan harga satuan (unit cost) peker-jaan tersebut. Harga satuan pekerjaan terse-but terdiri dari harga bahan, upah buruh dan biaya peralatan.

Menghitung Harga Satuan

Harga satuan dapat dianalisa dengan berbagai cara. Cara lama yang masih dipakai yaitu dengan memakai Analisa biaya (B.O.W) dari jaman Belanda.

Contoh:

Untuk mengerjakan pek. 1 m3galian tanah biasa diperlukan tenaga dan biaya dari:

0,75 pekerja dan 0,025 mandor.

Perhitungan Biaya Langsung

  1. Bahan bangunan

Untuk menghitung biaya langsung mengenai bahan bangunan perlu diperhatikan:

– bahan sisa/yang terbuang (waste)

– Harga loco

– Cari harga yang terbaik yang masih memenuhi syarat  bestek

– cara pembayaran kepada penjual (suplier).

  1. Upah buruh

– untuk menghitung upah buruh dibedakan upah harian, borongan per unit volume, atau borong keseluruhan untuk daerah2 tertentu.

– Selain tarif upah perlu diperhatikan faktor2

kemampuan dan kapasitas kerjanya.

– perlu diketahui apakah buruh atau mandor dapat diperoleh dari daerah disekitar lokasi proyek atau tidak. Kalau tidak berarti harus didatangkan buruh dari daerah lain.

– Undang-undang Perburuhan yang berlaku perlu diperhatikan.

  1. Peralatan

– Untuk peralatan yang disewa perlu diperha-tikan ongkos buruh untuk menjalankan alat, bahan baku dan biaya reparasi kecil.

– Untuk alat yang disewa perlu diperhatikan bunga investasi, depresiasi, reparasi besar, pemeliharaan dan ongkos mobilisasi.

Biaya Overhead

Biaya Overhead dapat digolongkan menjadi 2 jenis biaya sebagai berikut:

  1. Overhead Proyek

– biaya personil di lapangan.

– Fasilitas sementara di proyek: gudang, kantor, penerangan, pagar, komunikasi, transportasi dsbnya.

– bank Garansi, bunga bank, ijin bangunan, pajak dsbnya.

  • Peralatan2 kecil yang umumnya habis/terbuang setelah proyek selesai.
  • Foto dan gambar jadi (As-built drawings), apabila diminta.
  • Kontrol kualitas (Quality control), seperti tes kubus beton, baja, sondir dsbnya.
  • Rapat-rapat lapangan
  • Biaya-biaya pengukuran, dll.
  • Overhead kantor
  • Adalah biaya untuk menjalankan suatu usaha,termasuk di dalamnya adalah biaya sewa kantor dan fasilitasnya, honor pegawai kantor, ijin2 usaha dsbnya.

Keuntungan

Semua jenis biaya diatas (tanpa keuntungan) adalah biaya yang mau tidak mau  harus  dike-luarkan. Jadi seyogyanya tidak dapat dikurangi (kecuali mengadakan pelanggaran),  maka  sa-tu-satunya biaya yang dapat kita tambah atau kurangi (bila diperlukan) adalah keuntungan)

Untuk jasa konstruksi hubungi kami di Wa 08126067928

Info Lainnya : Klik 6 Hal Sebelum Menyewa Jasa Kontraktor Rumah di Medan

Pelaksanaan Proyek Kontraktor
Faktor yang Memengaruhi Proyek Konstruksi

Leave a Comment